Dalam bisnis MLM (Multi Level Marketing), terutama yang menggunakan sistem binary, terdapat berbagai istilah teknis yang berkaitan dengan perhitungan bonus dan volume jaringan, salah satunya adalah flush out MLM. Flush out merupakan mekanisme dalam marketing plan yang dapat menentukan bagaimana sisa volume atau bonus diperlakukan setelah proses pairing atau ketika batas tertentu telah tercapai. Karena setiap perusahaan dapat memiliki aturan yang berbeda, memahami pengertian flush out MLM, penyebab, cara kerja, serta hubungannya dengan pairing, carry forward, dan capping bonus penting agar sistem komisi dapat dipahami dengan lebih jelas.
Apa Itu Flush Out dalam Sistem MLM?
Flush out dalam sistem MLM merupakan istilah yang umumnya digunakan dalam marketing plan tertentu, khususnya pada sistem binary, untuk menjelaskan kondisi ketika sebagian volume atau bonus tidak lagi diperhitungkan sesuai aturan yang telah ditetapkan perusahaan. Mekanisme flush out dapat berkaitan dengan batas bonus, pairing, periode perhitungan, atau ketentuan volume yang berlaku pada jaringan member. Karena setiap perusahaan memiliki marketing plan yang berbeda, aturan flush out juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Bagi perusahaan yang ingin menerapkan mekanisme tersebut secara otomatis, jasa pembuatan sistem MLM dapat membantu mengembangkan sistem custom untuk mengelola member, volume, pairing, komisi, bonus, hingga histori perhitungan secara terintegrasi.
Cara Kerja Flush Out pada MLM Binary
Cara kerja flush out pada MLM binary berkaitan erat dengan perhitungan volume pada kaki kiri dan kanan serta proses pairing. Sistem akan membaca volume yang tersedia pada masing-masing kaki, kemudian menjalankan aturan marketing plan untuk menentukan bonus yang dapat diperoleh dan bagaimana sisa volume diperlakukan. Jika perusahaan menerapkan mekanisme flush out, volume tertentu dapat tidak diperhitungkan setelah memenuhi kondisi yang telah ditentukan. Melalui jasa pembuatan MLM binary, aturan tersebut dapat dibuat secara custom sesuai marketing plan perusahaan.
- Volume dicatat ke dalam sistem
Setiap transaksi atau aktivitas yang menghasilkan volume akan tercatat pada jaringan member sesuai aturan perusahaan. - Volume kaki kiri dan kanan diperiksa
Sistem menghitung volume yang tersedia pada kedua sisi jaringan untuk menentukan kemungkinan pairing. - Pairing dilakukan
Volume yang memenuhi ketentuan akan dipasangkan berdasarkan aturan binary yang telah ditentukan. - Bonus dihitung
Setelah pairing berhasil, sistem menghitung bonus member berdasarkan persentase, nominal, atau ketentuan lain dalam marketing plan. - Sisa volume diproses
Sisa volume dapat dibawa ke periode berikutnya atau mengalami flush out sesuai aturan yang diterapkan perusahaan.
Penyebab Terjadinya Flush Out dalam MLM
1. Batas Bonus Telah Tercapai
Flush out dapat terjadi ketika member telah mencapai batas maksimum bonus yang ditentukan dalam marketing plan. Ketentuan ini dapat digunakan perusahaan untuk mengatur jumlah bonus yang dapat diperoleh dalam periode tertentu.
2. Volume Tidak Memenuhi Ketentuan Pairing
Pada sistem binary, pairing membutuhkan volume dari dua kaki jaringan. Apabila volume pada salah satu sisi tidak mencukupi atau tidak memenuhi ketentuan tertentu, sebagian volume dapat diperlakukan sesuai aturan carry forward atau flush out.
3. Melewati Batas Volume yang Ditentukan
Perusahaan dapat menetapkan batas volume tertentu yang dapat digunakan dalam perhitungan bonus. Apabila volume melebihi batas tersebut, sistem dapat menerapkan mekanisme flush out berdasarkan marketing plan.
4. Perubahan Periode Perhitungan
Beberapa sistem MLM menggunakan periode perhitungan harian, mingguan, atau bulanan. Pergantian periode dapat memengaruhi bagaimana sisa volume diproses, terutama jika terdapat aturan khusus mengenai carry forward dan flush out.
5. Ketentuan Marketing Plan Perusahaan
Setiap perusahaan MLM dapat memiliki marketing plan yang berbeda. Oleh karena itu, penyebab dan mekanisme flush out tidak selalu sama. Aturan mengenai volume, pairing, bonus, capping, dan carry forward perlu ditentukan secara jelas sejak awal.
Contoh Perhitungan Flush Out pada Sistem MLM Binary
Untuk memahami perhitungan flush out MLM, misalnya seorang member memiliki volume 1.000 BV pada kaki kiri dan 600 BV pada kaki kanan. Jika marketing plan menetapkan pairing berdasarkan volume terkecil, maka sistem dapat menggunakan 600 BV dari masing-masing kaki untuk menghasilkan pairing. Setelah proses tersebut, kaki kiri masih memiliki sisa volume sebesar 400 BV, sedangkan volume kaki kanan telah digunakan sebesar 600 BV.
Nasib sisa 400 BV tersebut bergantung pada aturan marketing plan perusahaan. Jika sistem menggunakan carry forward, maka 400 BV dapat dibawa ke periode perhitungan berikutnya. Namun, apabila terdapat aturan flush out pada kondisi tertentu, sebagian atau seluruh volume yang tidak memenuhi ketentuan dapat tidak diperhitungkan lagi. Karena itu, sistem aplikasi MLM perlu memiliki aturan perhitungan yang dapat disesuaikan dengan marketing plan masing-masing perusahaan.
Kesimpulan tentang Flush Out dalam Sistem MLM
Flush out dalam sistem MLM merupakan salah satu mekanisme yang perlu dipahami ketika perusahaan menggunakan marketing plan dengan perhitungan volume, pairing, dan bonus, khususnya pada sistem binary. Mekanisme ini dapat berkaitan dengan batas bonus, volume jaringan, periode perhitungan, serta aturan carry forward. Karena setiap perusahaan dapat memiliki ketentuan berbeda, aturan flush out harus dibuat secara jelas agar member dapat memahami bagaimana bonus dan volume mereka dihitung.
SolusiSoft menyediakan jasa website MLM dengan sistem full custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Sistem dapat dikembangkan untuk mengelola member, jaringan upline dan downline, binary, pairing, spillover, komisi, bonus, flush out, carry forward, stok, transaksi, hingga laporan. Jika Anda membutuhkan Software MLM dengan mekanisme perhitungan yang sesuai dengan marketing plan perusahaan, segera hubungi SolusiSoft untuk mendiskusikan kebutuhan dan mendapatkan solusi sistem MLM custom.